Cara Ternak Ikan Cupang

Untuk membudidayakan, breeding atau ternak cupang ini gampang-gampang sulit seperti merawatnya. Kita bahkan bisa melakukan breeding di rumah sendiri dengan space yang tidak telalu banyak. Berikut cara budidaya ikan cupang yang bisa kamu ikuti.

 

Memilih Indukan Cupang

Langkah awal ternak cupang adalah dengan menentukan indukan yang ingin digunakan. Indukan yang berkualitas tentunya dapat mnghasilkan anakan yang berkualitas juga. Berikut ciri-ciri indukan yang sudah siap kawin:

 

Cupang jantan

✔️ Setidaknya sudah berumur 4 bulan

✔️ Bentuk badannya panjang

✔️ Siripnya panjang dan warna pada sirip terang

✔️ Gerakannya lincah dan terkesan agresif

 

Cupang Betina

 

✔️ Setidaknya sudah berumur 3 bulan

✔️ Bentuk badan membulat dan bagian perut sedikit buncit

✔️ Siripnya pendek dan warna sisik kusam tidak menarik

✔️ Gerakannya lambat

Proses Pemijahan Ikan Cupang

Pemijahan adalah proses pembuahan telur oleh sperma sang ikan jantan. Anda tidak perlu repot untuk menyiapkan pemijahan sang jantan dan betina. Setidaknya ada tiga medium yang diperlukan, yakni satu tempat untuk jantan, satu tempat untuk betina, dan satu tempat untuk kawin mereka. Berikut langkah-langkah untuk lebih jelasnya:

 

◉ Pertama masukkan jantan ke wadah yang ukurannya agak besar, Masukkan juga ikan betina ke wadah tersebut tapi ikan betina ini harus di dalam tempat yang terpisah (bisa gunakan gelas atau toples kecil bening).

◉Tunggu hingga seharian kedua ikan ini dalam wadah yang sama.

◉ Jika cocok sang jantan akan mengeluarkan buih yang nantinya akan berguna sebagai tempat telur-telur ikan cupang.

◉ Jika sang jantan sudah mengeluarkan buih cukup banyak, lepas indukan betina. Waktu pemijahan yang baik biasanya terjadi di pagi dan sore hari.

◉ Selanjutnya tutup tempat perkawinan tersebut, sebab indukan ikan cupang adalah hewan yang tidak suka privasinya diganggu.

◉ Setelah perkawinan dan pembuahan selesai telur-telur akan tergeletak di dasar akuarium. Segera keluarkan sang betina sebab dia punya kebiasaan aneh memakan telurnya sendiri.

◉ Nantinya sang jantan yang akan menjadi pelindung telur-telur tersebut dengan gelembung-gelembung yang sudah dia buat.

◉ Setelah kurang lebih satu hari, telur-telur tersebut akan menjadi burayak. Burayak masih tidak perlu diberi makan selama tiga hari, sebab nutrisi dari telur masih ada tersisa.

◉ Barulah setelah tiga hari Anda bisa memberikan mereka makan berupa kutu air. Pemberian makan jangan melebihi jumlah burayak yang ada, sebab jika terlalu banyak maka bisa membuat air kotor dan burayak malah mati.

◉ Selanjutnya, pisahkan indukan jantan dari para burayak setelah dua minggu. Kemudian pisahkan para burayak itu ke wadah lain.

◉ Setelah 1,5 bulan biasanya para burayak sudah berkembang sempurna dan bisa dibedakan jenis kelaminnya.