Penetasan Artemia Untuk Pakan

Artemia adalah sejenis udang yang hidup di air asinyang memiliki ukuran sangat kecil seperti kutu air yang menjadikan Artemia ini cocok untuk pakan burayak atau anakan cupang. Selain itu, artemia yang sudah menetas ini akan hidup dan bergerak-gerak yang mana pakan hidup dan bergerak ini sangat baik untuk burayak cupang.

Jika melihat artemia yang dijual di pasaran, artemia tersebut masih berbentuk telur. Dan untuk diberikan ke anakan cupang harus dilakukan penetasan terlebih dahulu. Berikut cara penetasan telur artemia.

 

Persiapan Bahan

◉ Telur Artemia

◉ Mesin airator

◉ Botol bekas air mineral 1,5Liter

◉ Pipa penyambung selang

◉ Keran selang

◉ Garam ikan

 

Cara Menetaskan

◉ Potong bagian bawah botol air mineral 1,5liter, disini kita memakai bagian atas yang ada tutupnya.

◉ Buat lubang pada bagian tutup botol seukuran pipa kecil lalu sambungkan ke keran selang dan selang airator.

◉ Beri gantungan botol menggunakan tali untuk menjaga agar botol tidak tumpah.

◉ Isi dengan air bersih secukupnya.

◉ Masukkan 2-3 sendok garam ikan.

◉ Masukkan telur artemia (untuk ukuran botol air mineral 1,5 liter setengah sendok teh saja).

◉ Hidupkan airator.

◉ Waktu penetasan telur artemia sekitar 24jam

 

Berikut contoh perakitan botol mineral untuk penetasan Artemia.

Cara Memanen Artemia

◉ Setelah 24jam, kamu bisa mematikan mesin airator

◉ Tunggu hingga artemia dan cangkangnya terpisah (cangkang yang sudah menetas akan terapung keatas).

◉ Ambil botor atau wadah dan kain tipis untuk proses penyaringan artemia, letakkan kain di atas wadah.

◉ Tutup selang keran dan cabut selang airator.

◉ Sekarangkamu tinggal tuangkan air ke wadah yang sudah disediakan. Jangan tuang semua, karena kita tidak membutuhkan bagian atas yang berisi cangkang artemia.

◉ Ambil artemia yang disaring barusan ke wadah air lainnya.

◉ Selesai. Sekarang kamu bisa memberi pakan burayak dengan artemia.